Admi Lidya Sari
  • Home
  • About Me
  • Features
    • Beauty
    • Kids
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Bismillah..



SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan ironC 

Halo semuanyaaa, udah di pertengahan Februari aja nih ya.. Semoga kita semua selalu diberikan keberhakan setiap harinya yaah.

Jadi Kamis 18 Februari kemarin, aku berkesempatan untuk ikut di acara peluncuran SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan ironC. Acara ini dimulai dengan Talkshow bersama Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK – Dokter Spesialis Gizi Klinik dan selaku President of Indonesian Nutrition Association (INA), bunda Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi., Psikolog Anak & Keluarga, Alyssa Soebandono - Selebriti dan Bunda dari 2 Anak, serta Astrid Prasetyo yaitu Marketing Manager SGM Eksplor.

Dampak Kekurangan Zat besi terhadap tumbuh kembang dan solusinya





Seperti pada posting blog sebelumnya yang aku tulis diketahui bahwa satu dari tiga anak Indonesia berusia di bawah lima tahun tercatat mengalami anemia (Riskesdas 2018), di mana 50-60% kejadian anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi (Grantham-McGregor S, 2010) tentunya Isu kesehatan ini dapat berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak dan tentunya mempengaruhi kualitas Generasi Emas Indonesia.

Baca juga: Pentingnya Zat Besi Untuk Anak 

President of Indonesian Nutrition Association (INA), yang adalah seorang Dokter Spesialis Gizi Klinis, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK, menjelaskan bahwa kekurangan zat besi dapat menyebabkan anak kurang konsentrasi dan fokus, serta sulit bersosialisasi.

Dampak Kekurangan Zat Besi

Selain beberapa dampak yang disebutkan di atas tersebut masih ada banyak dampak yang bisa didapat ketika anak kekurangan zat besi, baik itu dampak jangka pendek dan juga jangka panjangnya. 

Jangka pendeknya yaitu: 1) perkembangan otak terhambat 2) risiko diare dan ispa meningkat 3) perkembangan motorik dan koordinasi terganggu 4) gangguan pola tidur. 

Baca juga: kenapa Gigi bayi 9 bulan belum tumbuh 

Nah kalau jangka panjangnya yaitu: 1) kognitif & performa edukasi menurun 2) imunitas Menurun 3) kapasitas kerja menurun 4) keterbatasan aktifitas fisik. 

“Kekurangan zat besi pada anak berpotensi menghambat pertumbuhan kognitif, motorik, sensorik, dan sosial anak. Jika tidak ditangani secara tepat, dampaknya bisa jadi permanen. Hal ini dapat dicegah dengan memberikan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, hati, ikan, ayam, bayam, dan susu. Selain itu memberikan makanan yang mengandung vitamin C juga penting untuk mendukung penyerapan zat besi.” jelas Dr. Luciana.

Jadi solusi dari kekurangan zat besi ini yaitu kita dapat mencegahnya dengan memenuhi nutrisi anak dengan baik, karena tentunya nutrisi memegang pernana yang penting dalam tumbuh kembang anak, bisa dibilang nutrisi lah bahan bakarnya dalam tumbuh kembang anak ini. 

Makanan Sumber Zat Besi

Makanan sumber zat besi sendiri terdiri dari banyak makanan beberapanya adalah: daging merah, kerang-kerangan, ikan, hati, kacang-kacangan dsb., Agar zat besi terserap dengan baik, maka diperlukanlah vitamin C dalam makanan yang kita konsumsi, beberapa makanan yang mengandung vitamin C antara lain: lemon, nenas, cranberry, dll.




Selain itu bila diperlukan juga ditambah dengan suplementasi zat besi serta makanan atau minuman yang sudah diperkaya dengan zat besi dan vitamin C. 

Aspek Tumbuh Kembang Anak 



Selain berdampak pada pertumbuhan fisik anak, kekurangan zat besi turut mempengaruhi lima aspek tumbuh kembang anak, yakni kognitif, fisik, emosi, sosial dan bahasa. Psikolog Anak & Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi. turut menjelaskan bagaimana kelima aspek tumbuh kembang ini akan mempengaruhi 5 potensi prestasi anak yang dibutuhkan untuk menjadi Generasi Maju.

Aspek fisik termasuk tumbuh tinggi, aspek bahasa yaitu berpikir dengan cepat, aspek sosioemosional yaitu percaya diri, aktif bersosialisasi dan tangguh. Dan 5 hal itulah yang merupakan potensi prestasi yang ada dalam diri anak-anak. 

“Selain nutrisi yang lengkap, stimulasi juga penting untuk mengasah potensi prestasi pada anak terutama dengan adanya berbagai tantangan saat ini. Pada kondisi seperti sekarang, orang tua dan anak harus menyesuaikan diri dengan kondisi baru dan tidak menentu, sehingga anak dituntut untuk dapat berpikir cepat, tangguh, percaya diri, tumbuh tinggi, dan aktif bersosialisasi untuk dapat menjadi anak Generasi Maju,” ujar Psikolog Anak & Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi.

 Seperti yang bunda Anna katakan di atas untuk dapat berkembang dengan optimal, anak-anak memerlukan nutrisi yang lengkap serta stimulasi yang tepat. Dan nutrisi yang diperlukan antara lain zat besi dan vitamin C. 

Stimulasi Anak



Banyak cara yang bisa kita lakukan secara sederhana untuk menstimulasi anak-anak antara lain:

Tumbuh tinggi: penuhi kebutuhan gizi, termasuk zat besi dan vitamin Cnya, beri ruang aman untuk bergerak, perbanyak aktifitas fisik dan kreatiflah. 

Berpikir cepat: sering ajak ngobrol, membacakan buku, mengamati lingkungan 

Percaya diri: buat relasi hangat, beri kesempatan memilih, beri pujian sesuai dengan perilakunya. 

Aktif bersosialisasi: rajin lakukan kontak mata, lakukan roleplay, beri respon potisif saat ia bergaul. 

Harapan dan Pengalaman dalam upaya pemenuhan nutrisi dan stimulasi anak



“Tentunya saya sebagai seorang bunda memiliki harapan untuk kedua orang anak saya, Rendra dan Malik, supaya bisa menjadi anak yang selalu aktif, mau belajar, dan ingin memenuhi rasa ingin tahunya. Situasi saat ini memang menantang tidak hanya untuk bunda tetapi juga untuk anak. Saya melihat sendiri bagaimana Rendra dan Malik berusaha untuk menyesuaikan diri dan tetap fokus saat belajar dan beraktivitas lainnya di rumah. Saya juga selalu berusaha mendampingi mereka supaya bisa membantu mereka tetap konsentrasi dan semangat saat belajar. Maka dari itu, saya sangat memperhatikan asupan nutrisi untuk Rendra dan Malik agar gizinya selalu tercukupi,” jelas Alyssa Soebandono.

Selain itu kak Alyssa (biar keliatan temen manggilnya kak gitu hihihi) juga mengatakan bahwa sebagai orang tua kita harus banyak belajar membaca mencari tau dalam tumbuh kembang anak. Sebagai ayah bunda harus elalu belajar dan tidak ada habisnya dan kalau bukan dri orang tuanya bagaimana anak bisa tumbuh berkembang dengan masa depan yg baik. 

Salah satu perjuangan kita adalah ketika anak-anak mengalami GTM alias gerakan tutup mulut atau anak yang picky eater seperti cerita dari bunda Alyssa bagiaman perjuangannya mengatasi kesulitan makan pada anak-anaknya dan harus lebih kreatif agar anaknya mau makan. Ide-ide tersebut juga dia dapatkan dari sosial media serta situs generasi maju. 

Peluncuran SGM Eksplor Pro-gress Maxx 



Dengan menekan tombol secara Virtual bersama-sama SGM Eksplor Pro-gress Maxx pun resmi diluncurkan. 

“Kami percaya kemajuan bangsa Indonesia di masa depan bergantung pada kualitas anak-anak masa kini. Terlebih, saat ini anak-anak Indonesia butuh bantuan dalam mengatasi tantangan kesehatan seperti kondisi kekurangan zat besi. Sarihusada melalui SGM Eksplor berinovasi dan meluncurkan formula terbaru SGM Eksplor, yaitu SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC,” ujar Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor.

“Kami ingin membantu orang tua memenuhi kebutuhan zat besi serta nutrisi penting lainnya untuk anak dan menghindarkan mereka dari dampak jangka panjang kekurangan zat besi,” ujar Astrid pada acara peluncuran SGM Eksplor Pro-gress Maxx.

Formula SGM Eksplor Pro-gress Maxx diperkaya oleh IronC, apa sih ironC itu? IronC adalah sebuah kombinasi zat besi dan vitamin C dalam rasio molar yang telah disesuaikan untuk memberikan asupan zat besi kepada anak dan memastikan asupan tersebut dapat terserap dengan optimal. 

Selain IronC, SGM Eksplor Pro-gress Maxx juga dilengkapi oleh nutrisi penting lainnya seperti Minyak Ikan, Omega 3 & 6, Tinggi Protein, Kalsium, Vitamin D, Serat Pangan, dan Zinc, untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia. 

Sebagai salah satu konsumen SGM sejak berapa tahun terakhir ini, aku sangat excited saat tahu kalau SGM mengeluarkan produk terbarunya yang formulanya diperbarui dan dilengkapi dengan si Iron C tadi. 

Untuk yang penasaran dan pingin lebih lanjut mengetahui tentang SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan ironC ini boleh di klik di tulisan setelah tanda panah ini yaa ➡️ bit.ly/sgmeksplorprogressmaxx

Situs Generasi Maju

Situs Generasi Maju www.generasimaju.id yang disebutkan oleh bunda Alyssa sekarang telah memuat platform daring Sekolah Generasi Maju dan Aplikasi Analisis Potensi Prestasi Anak Generasi Maju

Sekolah Generasi Maju sendiri merupakan platform digital yang memuat berbagai informasi dan tips stimulasi yang tepat untuk anak-anak. 

Selain itu juga ada Aplikasi Analisis Potensi Prestasi Anak Generasi Maju yang merupakan platform digital yang dapat membantu orang tua dapat memantau progres tumbuh, kadang kan kita sebagai orang tua menemukan kekhawatiran apakah progres pertumbuhan anak kita sudah sesuai atau masih harus dikejar. 

Nah yang lebih serunya lagi, dimulai dari April nanti akan ada Online Festival yaitu rangkaian acara di platform digital yang akan membahas topik-topik mengenai tumbuh kembang anak bersama para ahli. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi orang tua untuk mendukung anak menjadi Generasi Maju. Keren banget deh program-program baru dari SGM ini, pasti kalian tertarik juga kan buat ngikutin program-program ini.

Yuk kita bantu anak kita menjadi bagian dari generasi emas Indonesia di tahun 2045 dengan mencukupi kebutuhan nutrisinya dan memberikan stimulasi yang tepat untuk tumbuh kembang mereka.



Orang Tua Berperan Dalam Hak Anak Untuk Membaca

Bismillah.. 

Bawang merah bawang putih, legenda Ladorundun, Siti Nurbaya, gadis penjual korek api, bebek buruk rupa. Beberapa judul buku cerita bergambar zaman saya kecil dulu yang sampai sekarang masih teringat jelas adegan-adegan yang tergambar pada buku-buku tersebut. Buku-buku dengan kertas glossy tipis  bergambar dengan tulisan yang sedikit dan jelas khasnya buku cerita anak.

Tentu saja saya masih ingat bagaimana menyenangkan membaca buku dan membayangkan bagaimana adegan-adegan dongeng tersebut berasa menjadi nyata dengan imajinasi saya di waktu kecil. Apalagi untuk dongeng legenda, rasanya saya juga jadi berada pada zaman dahulu kala dan bisa merasakan nuansanya. 

Kalau ditarik jauh ke belakang ternyata kesukaan saya terhadap buku memang sudah dibentuk Sedari kecil, ayah saya yang sangat suka buku dan sering sekali mengajak saya pergi ke toko buku dan menumbuhkan budaya membaca di rumah. Setelah buku cerita bergambar, beranjak remaja saya suka membaca komik dan novel remaja. 

Bahkan di waktu SD karena sering membaca novel anak, saya juga sering menulis cerita karangan saya sendiri di laptop ayah agar dikirim ke salah satu penerbit buku anak, sayang ceritanya tidak pernah terkirim ke penerbit karena ceritanya juga gak selesai-selesai hahaha. 

Di sini kita bisa tahu bahwa peran orang tua sangat penting dalam menumbuhkan minat baca sejak dini dan menjadi kewajiban orang tua untuk memenuhi hak anak dengan memberikan perlindungan dan pendidikan yang layak. Dan membaca menjadi bagian penting untuk memenuhi hak pendidikan yang layak tersebut. 

Baca juga: Pertama Kali ke Kids Library Perpustakaan Daerah Kalimantan Selatan



Di Indonesia sendiri menurut Penilaian kompetensi berstandar nasional tahun 2019 yang diberikan pada murid kelas 8 mengungkap kinerja pembelajaran yang rendah dalam kemampuan membaca (44 persen peserta mencapai tingkat kompetensi minimal) dan Menurut tes PISA dari OECD tahun 2018, hanya 30 persen anak usia 15 tahun yang mencapai atau melampaui tingkat kompetensi minimal untuk membaca. Yang artinya pemenuhan hak anak dalam pendidikan ini belum berjalan dengan maksimal dan kita para orang tua berperan penting untuk memenuhi hak pendidikan untuk anak-anak kita salah satunya dengan membaca. 

Buku Cerita Anak di Era Digital 



Seiring kemajuan teknologi, sekarang membaca bukupun bisa sangat mudah dan ringkas lewat gadget masing-masing di rumah. Meskipun saya sendiri sebenarnya menyukai buku berbentuk fisik tapi karena waktu yang bisa digunakan untuk membaca seringnya saat menidurkan anak, akhirnya saya jatuh cinta dengan e-book dan lebih suka membaca lewat gadget. Karena Lebih praktis dan lebih murah bahkan sering ada buku yang gratis. 

Setelah punya anak, saya bertekad agar anak saya juga suka buku dan senang membaca. Sama seperti saya senang membaca buku dan jatuh cinta terhadap buku. Saya benar-benar membacakan Ibrahim anak pertama saya sejak umurnya kurang lebih sebulan, begitupun dengan Fayla adiknya. 

Hasilnya anak saya memang suka membaca buku dan Kosa-katanya pun lebih banyak untuk anak seumurannya. Dulu saya juga pernah membahas tentang membaca di usia dini di sini : mengajarkan anak membaca buku Sedari dini. 


Tapi... Tentunya semua itu ada rintangannya, Sebagai ibu yang tidak sempurna, saya juga suka kasih anak saya gadget sekedar agar dia diam sejenak. Hal inilah yang akhirnya membuat kita sering berebut gadget karena dia ingin nonton video di gadgetnya sendiri. Dan mungkin dia juga mencontoh mamanya yang diliatnya sering main handphone. 

Ya tantangan kita sebagai ibu di saat sekarang ini adalah bagaimana bisa hidup berdampingan dengan teknologi dan jangan sampai gaptek agar bisa membaur dengan anak-anak kita. Bagaimana sih caranya kita sebagai ibu tetap bisa membuat anak senang membaca di tengah gempuran video-video kartun anak yang terlihat lebih menyenangkan dibanding membaca buku? 

Penggunaan teknologi khususnya gadget ini baik buruknya tergantung dengan penggunanya, sebagai orang tua tentunya kita bertanggung jawab dengan dampak baik dan buruknya gadget terhadap anak. Maka dari itu saya senang banget ketika tau ada aplikasi Let's read, sebuah aplikasi  perpustakaan digital yang diisi dengan ratusan dongeng bergambar. 

Wow! Buat saya kedengaran sangat menyenangkan ketika tau ada ratusan dongeng bergambar yang bisa dibaca gratis. Hal ini tentu sesuai dengan konvensi Hak Anak oleh PBB pada pasal 28 bahwa "Tiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan dasar perlu tersedia gratis, pendidikan menengah dapat diakses, dan anak didorong menempuh pendidikan hingga ke tingkat tertinggi yang dimungkinkan. Disiplin yang diterapkan sekolah-sekolah haruslah tetap menghormati hak dan martabat anak" 

Pengalaman Membaca Lebih Menyenangkan Bersama Let's Read 



Let's Read Sendiri adalah perpustakaan digital buku cerita anak persembahan komunitas literasi dan The Asia Foundation. 
Let's Read diprakarsai oleh Books for Asia, yakni program literasi yang telah berlangsung sejak 1954. Bertujuan untuk menumbuhkan atau membudayakan para pembaca cilik (anak) di Asia.


Let's Read dapat diunduh pada play store dan tau gak sih saat ini Let's Read sudah diunduh lebih dari 100ribu pengguna loh! Aplikasi ini menyediakan ratusan cerita bergambar penuh warna, mengusung konten muatan lokal dan juga disediakan dalam banyak bahasa. Tersedia dalam bahasa nasional dan daerah juga.


Selain bisa dibaca secara online, buku-buku di Let's Read juga bisa diunduh agar bisa dibaca saat offline serta juga bisa dicetak secara gratis 😍 oiya untuk bisa mengakses let's read sangat mudah, setelah aplikasinya diunduh tinggal masuk tanpa harus registrasi. Oiya Buku-bukunya juga ada levelnya loh, jadi bisa disesuaikan dengan kemampuan si anak.





Karena anak saya masih 2,5 tahun dan belum bisa membaca, membaca buku menjadi menyenangkan karena tertarik dengan gambarnya. Menurut saya ilustrasi-ilustrasi yang ada di berbagai cerita di Let's Read cantik dan lucu-lucu tidak jauh dengan buku-buku yang biasa dibeli di toko buku.


Salah satu cerita yang gambar dan ceritanya menarik menurut saya dan Ibrahim suka adalah cerita Naik Bendi. Ceritanya sederhana, berkisah tentang seorang cucu yang mengajak kakeknya naik Bendi atau delman. Dan harus berangkat dari Padang ke Payakumbuh agar bisa naik Bendi dan berwisata di sana. Ilustrasinya menarik dan sangat detail, bisa menggambarkan suasana kota Payakumbuh dengan sangat indah. Kerennya juga cerita ini dilengkapi dengan 9 bahasa termasuk Bahasa Batak dan Minangkabau.


Selain itu karena Ibrahim sedang ada di fase suka dengan binatang tentunya cerita-cerita fabel lah yang menjadi favoritnya, misalnya cerita Grasshopper Angkat Bicara karya kok Song Keng dan Him Koemyan, Cerita dua ekor ayam Tata & Titi karya Ratna Kusuma Halim atau cerita Seekor kuda bernama Rudi karya Ella Elviana.


Beberapa judul buku favorit Ibrahim



Saya senang membacakan buku anak dengan suara yang nyaring agar dia bisa mendengar dengan jelas kosakatanya serta biasanya saya mengajaknya menirukan gerakan atau ekspresi gambar yang ada di buku, tentunya dia lebih ingat dan merasa senang dengan cara membaca buku yang seperti itu. Sehingga ketika membaca ulang buku sebelumnya dia ingat apa yang diceritakan atau ketika ditanya dia akan mengingat kembali seperti apa buku yang diceritakan.


Contohnya pada cerita Rudi, saya bercerita sambil menunjuk ekspresi si kuda, menanyakan kenapa dan apa yang terjadi kepada kuda itu, selanjutnya ketika ditanya tentang cerita apa dia akan bisa menceritakannya kembali atau sudah hafal ceritanya kalau mau baca buku itu lagi.


Senang ya bisa merasakan menyenangkannya membaca cerita tanpa perlu beli buku baru atau pergi ke Perpustakaan untuk membaca dan meminjam buku, apalagi di masa pandemi seperti sekarang, perlu banyak pertimbangan kan untuk pergi keluar rumah, tentunya lebih praktis dan ringkas karena ratusan cerita hanya dalam satu gadget.


Hak anak dalam hal membaca ini bisa lebih mudah kita penuhi lewat aplikasi Let's Read ini, Yuk unduh Let's Read Sekarang juga dan dapatkan pengalaman membaca dongeng bersama anak yang lebih menyenangkan!

Dan jangan lupa ikuti sosial media Let's Read, instagramnya @letsread.indonesia yaa..



 


Sumber:
Infografis: Admi Lidya Sari
Gambar-gambar: Dokumen Admi Lidya Sari & Let's Read
Video: YouTube Admi Lidya Sari 
Sumber berita:  https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/potret-pemenuhan-hak-hak-anak-indonesia



Bismillah..

Kekurangan Zat Besi di Indonesia dan Dampaknya Terhadap Generasi Maju di Masa Depan. 


1 dari 3 Anak Indonesia Kekurangan Zat Besi

Hai moms! Tahukah kalian bahwa saat ini kita sedang menghadapi masalah serius yaitu anak-anak Indonesia banyak yang  mengalami anemia yang 50-60% disebabkan oleh kekurangan zat besi. Dan tau gak sih ternyata menurut Risdeskas 1 dari 3 anak Indonesia mengalami anemia loh. Tentunya saya sebagai bunda dari 2 anak juga merasa terganggu apakah anak saya anemia, apakah anak saya tercukupi zat gizinya selama ini? 

Masalah ini jika tidak ditangani dengan baik maka akan berakibat pada masa depan bangsa Indonesia, karena hal ini akan membuat generasi emas Indonesia di masa mendatang akan tidak tumbuh dengan optimal dan akan menghambat impian Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045 nanti saat 100 tahun umur kemerdekaan Indonesia.

Berdasarkan latar belakang di atas Danone specialized Nutrition (SN) berkeinginan untuk mendorong pemahaman di masyarakat mengenai kekurangan zat besi serta nutrisi dibutuhkan anak agar anak dapat tumbuh optimal dan menjadi anak generasi maju di masa depan. 

Pada Kamis, 17 Desember 2020 Danone Specialized Nutrition (SN) mengadakan webinar yang berjudul “Kekurangan Zat Besi Sebagai Isu Kesehatan Nasional di Indonesia dan Dampaknya Terhadap Kemajuan Anak Generasi Maju” bersama para ahli kesehatan dan orang tua. Dengan Dr. dr Ray Basrowi, MKK. Sebagai moderator acara kali ini. 



Corporate Communications Director Danone Indonesia, Pak Arif Mujahidin mengatakan “Tercapai atau tidaknya mimpi bangsa terkait Generasi Emas 2045 tersebut ditentukan oleh kualitas anak-anak yang saat ini masih balita. Sayangnya, satu dari tiga balita Indonesia, yang nantinya akan menjadi penggerak generasi maju, berisiko menghadapi tantangan tumbuh kembang yang bersifat permanen akibat dari kekurangan zat besi. Sehingga, dapat menghambat upaya untuk berprestasi bagi negeri,” 

Beliau juga menambahkan “Memastikan bahwa setiap anak Indonesia terpenuhi haknya untuk maju dan berprestasi merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia ingin mengajak orang tua untuk bisa memberikan perhatian khusus dalam memastikan kebutuhan harian gizi anak, termasuk zat besi, telah terpenuhi dan terserap dengan baik,”

Anemia Defesiensi Besi dan Dampaknya Terhadap Anak

Narasumber untuk topik pertama ini adalah Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Ketua Departemen Ilmu Gizi Klinik FKUI, dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, SpGK. 

Masalah anemia di Indonesia, pada ibu hamil sendiri terdapat 48% yang mengalami anemia. Jumlah ini sendiri sudah melewati jumlah persen ibu hamil anemia secara global. Para ibu ini rerata berusia muda yang kemungkinan kurang edukasi mengenai pentingnya zat besi pada kehamilan. Ibu hamil yang mengalami anemia beresiko akan menurunkan kekurangan zat besi tersebut kepada anak-anak yang akan dilahirkan. Sebenarnya seberapa penting kah zat besi untuk anak? 

Efek Difesiensi zat besi terhadap anak

47% anak di dunia mengalami anemia dan 50-60% nya karena defisiensi zat besi. Usia 6 bulan sampai 3 tahun adalah masa kritis terjadinya anemia pada anak, hal ini dikarenakan kebutuhan zat gizinya meningkat, mengalami masa pertumbuhan yang cepat dan pemenuhan zat besi yang masih kurang biasanya karena kurangnya konsumsi hewan. Kondisi anemia ini paling tinggi terjadi pada usia 1-2 tahun dan ranking kedua diisi oleh usia 2-3 tahun. 

Difesiensi zat besi akan memberi efek jangka pendek dan jangka panjang dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, pada efek jangka pendek akan berpengaruh pada menurunnya kognitif/kecerdasan, menurunnya fungsi otak (atensi, pendengaran, visual) dan menurunnya fungsi motorik. Sementara untuk efek jangka panjangnya adalah menurunnya performa di sekolah seperti berhitung, membaca, menulis dan bahasa yang berkurang. Kurangnya atensi dan sosial karena kurang tanggap terhadap lingkungan sekitar serta perubahan perilaku seperti kurang aktif bergerak, kurang atensi, kurang responsif, tidak ceria dan mudah lelah. 

Terus gimana sih caranya agar kita sebagai ibu bisa mencegah difensiasi zat besi yang terjadi pada anak? 

Peran Zat Besi Terhadap Tumbuh Kembang Anak.

Pertama kita harus tahu dulu peran zat besi pada tumbuh kembang anak, zat besi membantu pembentukan dan fungsi neurotransmitter di otak  yang berfungsi agar tidak terjadi keterlambatan saat otak merespon sesuatu, kemudian zat besi juga membantu perkembangan motorik anak, dan juga mendukung perkembangan perilaku dan emosi anak. 

Ciri-ciri anak anemia

Secara klinis anak yang terkena anemia terdeteksi mempunyai keluhan sering cepat lelah, pusing, pucat dan pika (pika adalah kondisi anak suka mengunyah/ makan benda tertentu misalnya es batu atau yang paling aneh sabun mandi) 



Penyebab anak kekurangan zat besi

1) Terlambat mengenalkan mpasi kepada anak. 2) pola konsumsi kekurangan asupan protein terutama sumber hewani. 3) kurang konsumsi fortifikasi zat besi dalam makanan dan formula pertumbuhan. 4) pemberian suplementasi zat besi yang tidak sesuai indikasi. 5) tidak patuh minum suplemen (biasanya karena mual). 6) penyerapan zat besi yang tidak optimal. 

Cara Mencegah Kekurangan Zat Besi 

dr. Nurul memberitahukan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah anak kekurangan zat besi, pertama bisa melakukan uji saring pemeriksaan hemoglobin, mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat besi serta makanan dan minuman yang sudah difortifikasi dengan zat besi. 

Makanan yang mengandung zat besi antara lain: hati sapi/ayam, daging merah (sapi, kambing), kuning telur, daging unggas (ayam, bebek), ikan, udang dan tiram. Selain itu yang mengandung zat besi nanti yaitu kacang-kacangan, sayuran hijau dan biji-bijian. 

Selain itu kita sebagai orang tua juga harus memperhatikan asupan vitamin C pada anak karena vitamin tersebut membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik. Mengkonsumsi buah-buahan seperti jeruk, stroberi, tomat, dan brokoli merupakan sumber vitamin C, dan sebaiknya dimakan bersama dengan makanan yang kaya zat besi untuk mengoptimalkan penyerapan. Tidak lupa menambahkan  makanan dan minuman yang difortifikasi zat besi dan vitamin C untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian anak. 

Optimalkan Tumbuh Kembang Anak



Untuk topik kedua ini diisi oleh Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si sebagai narasumber.

Setelah kita penuhi nutrisi anak seperti yang disampaikan pada bu dr. Nurul selanjutnya tugas kita adalah bagaimana sih caranya untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si anak, agar anak kita bisa menjadi anak generasi maju di masa depan? Caranya adalah dengan memberikan stimulasi kepada anak. 

Aspek Tumbuh Kembang Anak

Aspek tumbuh kembang anak sendiri secara umum terbagi menjadi kognitif (perkembangan bahasa dan berpikir cepat), emosi dan sosial ( percaya diri, aktif bersosialisasi dan tangguh), fisik-motorik (tumbuh tinggi dan seluruh fungsi gerakan berkembang dengan optimal). 

Di dalam 3 aspek tumbuh kembang anak tersebut terdapat Lima Potensi Prestasi yaitu: 1) Berpikir Cepat 2) Tumbuh Tinggi 3) Percaya Diri. 4) Tangguh 5) Aktif Bersosialisasi 

Dampak Kekurangan Zat Besi Pada Psikologis Anak

Apakah yang akan terjadi pada psikologis anak-anak apabila kekurangan zat besi? Yang terjadi adalah:

1. Terhambatnya tumbuh kembang

2. Kualitas Tidur Bermasalah

3. Kecerdasan Tak Optimal

4. Resiko lebih besar menghadapi masalah mental

5. Lebih mudah marah

Hal-hal di atas akan membuat Lima Potensi Prestasi tidak dapat tercapai optimal. 

Selain itu apa saja sih stimulasi yang bisa kita lakukan agar dapat mengoptimalkan Lima Potensi Prestasi tersebut? 



Nah stimulasi yang tepatlah yang dapat membantu meoptimalkan tumbuh kembang anak. 

Kekurangan Gizi adalah Kekhawatiran Setiap Ibu



Alyssa Soebandono, seorang aktris dan ibu dari dua anak, menyatakan kekhawatirannya terhadap dampak kekurangan zat besi pada anak. “Saya mengamati secara langsung bagaimana anak berjuang untuk tetap berkonsentrasi ketika belajar, terutama untuk anak-anak saya yang sudah memasuki usia sekolah. Dengan situasi pembelajaran jarak jauh (PJJ), tantangan anak jadi lebih berat lagi. Maka dari itu, saya selalu mendampingi Rendra dan Malik ketika belajar untuk membantu mereka tetap berkonsentrasi. Selain itu, saya juga berusaha menyediakan asupan gizi yang cukup, dan memastikan tidak ada tanda-tanda awal kekurangan zat besi pada mereka. Saya bersyukur dengan menjaga asupan gizi dan pendampingan yang penuh perhatian, Rendra dan Malik tetap dapat terus belajar aktif dan memenuhi rasa ingin tahunya meskipun tidak ada kegiatan tatap muka dengan guru dan teman-teman sekolahnya.”

Mendukung pernyataan dari Allysa Soebandono tersebut, Tya Ariestia yang merupakan Aktris dan Ibu dari 2 anak pun menceritakan pendapatnya dalam memastikan asupan gizi harian anak. “Bagi anak-anak saya yang masih berusia 4 tahun dan 1,5 tahun, ternyata masalah gizi seperti kekurangan zat besi dapat menjadi salah satu penyebab anak lebih pemurung dan pendiam di rumah. Padahal, orang tua pasti mengharapkan anaknya tumbuh sehat, supel, dan punya banyak teman. Memberikan Kanaka dan Kalundra makanan dengan gizi seimbang dan mengajak mereka untuk bermain bersama menjadi kiat saya untuk memastikan mereka dapat berkembang dengan baik.”

Saya pun tidak luput dari rasa kekhawatiran mengenai kekurangan zat besi ini, terutama pada anak pertama saya yang terkadang bisa lebih emosional dan kurang tangguh dalam beraktivitas sehari-harinya. Semoga kedepannya saya juga bisa terus mendampingi anak-anak agar pertumbuhan dan perkembangannya menjadi lebih optimal dan menjadi bagian dari generasi maju dan generasi emas di tahun 2045.



Oiya untuk mengurangi kekhawatiran kita mengenai kekurangan zat besi ini, Danone Specialized Nutrition Indonesia juga menyediakan sebuah platform daring untuk membantu orang tua bisa melakukan tes risiko terjadinya kekurangan zat besi pada si Kecil melalui fitur di dalam situs www.generasimaju.co.id. Pada situs ini, orang tua juga dapat menemukan serangkaian artikel terkait topik nutrisi termasuk kekurangan zat besi dan bagaimana cara mengatasinya, serta berbagai artikel mengenai tips untuk mendukung anak menjadi Anak Generasi Maju.

 

Jadi langsung klik www.generasimaju.co.id ya untuk mengetahui kadar ketersediaan zat besi pada anak kita.

Semoga kedepannya Jumlah anak anemia di Indonesia bisa berkurang dan bisa bertumbuh lebih optimal agar menjadi generasi emas di tahun 2045! Aamiin


Bismillah..

Pengalaman Khitan Bayi Perempuan di Bidan Banjarmasin 



Kenapa mau khitan Bayi Perempuan

Tiba-tiba aja gitu pengen khitan Bayi Perempuanku ini setelah liat anak orang yang juga dikhitan waktu lagi antri imunisasi di bidan, karena sebelum-sebelumnya emang kelupaan, apalagi karena sekarang RS dan dokter sudah tidak mengizinkan khitan untuk perempuan lagi.

Akhirnya izin ke suami karena aku dan suami lagi beda kota, terus nanya prosedur dan biayanya ke ibu bidan. Terus kita janjian untuk besoknya melakukan prosedur khitan untuk Fayla. Sekalian mau pasang KB Spiral. 

Kenapa? Karena khitan merupakan syariat Islam baik untuk laki-laki dan perempuan, untuk laki-laki khitan merupakan kewajiban dan untuk perempuan merupakan sebuah kemuliaan.

Bolehnya Khitan Perempuan Dalam Islam 

Disalin dari almanhaj.or.id Khitan bagi wanita disunnahkan berdasarkan keumuman sabda Nabi Shallalalhu ‘alaihi wa sallam bahwa sunnah fitrah itu ada lima, di antaranya khitan. Juga berdasarkan riwayat Khalal dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. الختان سنة للرجال، مكرمة للنساء “

Khitan itu merupakan sunnah bagi para lelaki dan kehormatan bagi para wanita”

 [Fatawa Lajnah Daimah Lil Ifta’ 5/119]

Khitan bagi wanita merupakan kehormatan bagi mereka tapi hendaknya tidak berlebihan dalam memotong bagian yang dikhitan, berdasarkan larangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda. 

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ 

“Sunnah-sunnah fitrah itu ada lima ; khitan, mencukur bulu kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak” [Muttafaq Alaih] 

Hadits ini umum, mencakup lelaki dan perempuan. [Fatawa Lajnah Daimah Lil Ifta’ 5/119,120]

Dan untuk lebih lengkap dan jelasnya bisa dibaca pada Referensi: https://almanhaj.or.id/800-hukum-khitan-bagi-anak-perempuan.html

Fatwa MUI mengenai Khitan Perempuan 


Pada fatwa MUI tanggal 7 Mei 2008 tentang khitan Perempuan dikatakan bahwa status hukum  khitan terhadap perempuan adalah makrumah, pelaksanaannya sebagai salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan. 

Dalam pelaksanaannya, khitan terhadap
perempuan harus memperhatikan hal-hal
sebagai berikut:

1. Khitan perempuan dilakukan cukup dengan hanya menghilangkan selaput (jaldah/colum/praeputium) yang menutupi klitoris. 

2. Khitan perempuan tidak boleh dilakukan secara berlebihan, seperti  memotong atau melukai klitoris (insisi  dan eksisi) yang mengakibatkan  dlarar. 

Baca juga: pengalaman Pasang KB Spiral 

Proses Khitan Bayi Perempuan

Kalau ditanya bagaimana prosesnya? Sangat sebentar guys! Itulah kenapa aku jadi ingat dan tertarik untuk khitan anak aku karena kemarin lihat anak orang sangat sebentar dikhitannya dan tidak nangis setelah itu.

Jadi bu bidan menyiapkan pisau kecilnya kemudian menanyakan nama anak serta bintinya, setelah itu set-set-set selesai deh. Gak ada tuh proses berdarah-darah seperti yang kebanyakan orang bayangkan. Karena memang proses khitannya berbeda dengan khitan anak laki-laki yaah.

Waktu proses khitan berlangsung

Apakah anakku menangis saat prosesnya? Lebih tepatnya sih nangis karena harus direbahkan 😂 mau ditimbang duduk aja nangis meronta-ronta gak mau, apalagi disuruh rebahan. Makanya bu bidan harus punya asisten untuk megangin si anak biar gak banyak gerak, karena anakku sudah 9 bulan dan sangat lincah tentunya gak bisa kalau cuma bermodal dibedong, harus ada yang megangin biar gak kabur.

Setelah selesai prosedur khitannya, digendong susuin bentar biar tenang. Udah deeh ketawa-ketawa lagi anaknya. Tidak ada drama rewel apalagi sampai demam (emangnya imunisasi??) wkwk.

Baca juga: Tips Agar tetap sehat di masa pandemi

Berapa biayanya yaa.. 

Untuk biaya khitan, ibu bidan tidak memasang tarif, jadi seikhlasnya kita aja momsss. 

Usia berapa sebaiknya dikhitan? 

Untuk usia sih sebenarnya tidak ada patokannya, tapi lebih baik saat bayi. Kebetulan anakku dikhitan di usia 9 bulan setengah. 


Di mana khitan Bayi Perempuan di Banjarmasin?

Aku khitan anakku di Bidan Endang jalan Cemara Ujung dekat dengan pasar Cemara Banjarmasin, di beberapa bidan senior lain juga bisa melakuin prosedur khitan Bayi Perempuan ini, kemarin temanku ada juga di Bidan Iin jalan Dahlia Banjarmasin. 

Nah begitu pengalaman aku khitan Bayi Perempuanku, tidak seram dan prosesnya sangat cepat! 



Bismillah...

Pengalaman Pertama Pasang KB IUD 

Setelah menunda-nunda untuk pasang KB Spiral atau KB IUD akhirnya hari ini aku pasang juga. Sebelumnya aku pernah minum KB Pil tapi kelupaan minumnya dan pernah juga KB suntik 3 Bulan yang cuma 1x aja karena perubahan hormonnya berasa banget di aku.

Kenapa kok sekarang pengen pasang KB Spiral? Karena jujurrrr dengan kondisi aku sekarang yang di perantauan dengan dua bayi sungguhlah penuh kejutan setiap harinya. Aku juga merasa belum bisa maksimal dalam mendidik kedua anakku, karena dua ini saja kewalahan. Padahal kita tahu kan bahwa dalam Islam pendidikan terbaik dan pertama itu harusnya datangnya dari sang ibu, sehingga untuk sekarang agar pendidikan dan perhatian keduanya lebih maksimal harus memberi jarak yang lebih jauh antara anak-anak dan ikhitiarnya adalah dengan menggunakan KB IUD. 

Baca juga: Agar Ibu Tetap Aktif dan Sehat di Masa Pandemi 

Dan menurut aku KB IUD ini paling mudah dan aman untuk aku yang pelupa ini dan juga tidak merubah hormon seperti KB suntik yang sebelumnya aku pakai. Dan kalau ada yang tanya hukum menggunakan KB dalam Islam adalah boleh kalau untuk mengatur jarak kelahiran ya. 

Harusnya KB IUD dipasang saat sedang nifas atau haid agar tidak terlalu nyeri karena mulut rahim sedang dalam keadaan terbuka, tapi.. Karena sejak KB suntik itu aku sudah tidak haid lagi, sudah setengah tahun lebih aku tidak haid loh. Bidan yang di Palangka pun menyarankan tunggu haid saja dulu biar lebih nyaman, tapi karena tidak haid juga akhirnya ya aku putuskan untuk sekarang aja deh pasangnya mumpung ingat juga.

Di mana dan berapa biaya pasangnya? 

Aku pasang KB IUD di Praktek Bidan Endang di Banjarmasin, awalnya sih masih belum kepikiran mau pasang IUD tapi jadi pengen setelah dengar orang mau pasang juga waktu aku antar Fayla Imunisasi campak di sana. Yasudah deh bismillah janjian besoknya untuk pasang spiral dan juga sunat Fayla.

Sebelum pemasangan IUD ditensi dulu dan aku juga testpack dulu untuk memastikan sedang tidak hamil, karena aku tidak haid kan jadi mungkin aja ada kemungkinan hamil yang tidak diketahui. Alhamdulillah hasilnya negatif hihi. Selain itu ibu bidan juga kasih liat barangnya yang mau dimasukkan ke dalam rahim kita, aku pilih IUD.... Harganya Rp 450.000 dan pilihan satunya harganya Rp 250.000

Gimana Proses Pemasangannya? 



Proses pemasangannya tidak terlalu lama kok mungkin 10 menitan ya, karena aku gak hitung juga dan gak pegang HP waktu itu. Kita berbaring dengan posisi seperti mau lahiran gitu loh, dengan paha yang ditekuk dan dibuka lebar. Proses dimulai dengan membuka vagina kita dengan alat seperti cocor bebek 😂 serius deh mirip sama cocor bebek, nah alat itu yang akan membuka vagina kita untuk memasukkan si IUD ini. Entah lah seperti apa proses detailnya tapi bisa ditonton di video di atas ya kurang lebih kayaknya gitu caranya, yang pasti aku rasakan adalah seperti ada yang dimasukkan ke dalam dan langsung berasa nyeri haid.

Si cocor bebek atau alat spekulum vagina

Gimana rasanya saat dipasang? 

Tau kan rasa nyeri atau kram haid seperti apa, nah rasa seperti itu yang muncul setelah IUD dimasukkan ke rahim. Oiya untuk mengurangi nyeri seharusnya kita tidak boleh gugup atau tegang yah, aku juga agak tegang sedikit waktu itu alat masuk jadi tambah nyeri kayaknya yah gara-gara itu.

Sepanjang alat dipasang aku cuma bisa komat-kamit baca dzikir karena nyeri kan pasangnya 😂 cuma tingkat nyerinya itu masih di bawah melahirkan dan di bawah lepas jahitan lahiran, ini tuh berasa ada yang dimasukin dan berasa agak diobok-obok gitu loh rasanya hahaha. Tapi dari banyak cerita yang aku baca di blog ibu lain, seharusnya gak nyeri dan lebih cepat selesainya kalau dipasangnya saat sedang haid karena si mulut rahim terbuka. 

Baca juga: Efek samping KB suntik 3 Bulan & Rasanya hamil Berjarak dekat 

Oiya aku juga nanya bidannya ini nyeri bakalan sampai kapan, kalau kata beliau sih paling lama 2-3 hari nyerinya karena masih penyesuaian dengan tubuh kita. Karena dia benda asing kan masuk ke dalam tubuh.

Setelah IUD dipasang, langsung ditensi lagi dan dicek keberadaan si IuD ini dengan USG, alhamdulillah posisinya pas dan terlacak dengan baik melalui USG.

Sebelum pulang juga dibekalin obat penahan nyeri yang diminum selama nyerinya masih berasa, Selanjutnya perlu kontrol sebulan lagi dan cek pertahun selama 5 tahun kedepan, mudahan si IUD ini cocok bertahan bertahan-tahun sama aku ya. Aamin

Untuk moms yang pengen pasang IUD juga jangan takut ya karena prosesnya sebenarnya tidak menyeramkan dan hanya sedikit nyeri di aku 😁 saran aku cari bidan atau dokter yang sudah sangat berpengalaman dan nyaman ketika diajak ngobrol atau konsultasi, sehingga kita juga merasa nyaman ketika dilakukan tindakan.

Sumber gambar: IUD (dream.co.id), alat cocor bebek (tokopedia) 

Agar Ibu Tetap Aktif dan Sehat di Masa Pandemi



Tips Menjaga Kesehatan Saat Pandemi

Pandemi Covid-19 sudah berjalan hampir setahun di bumi ini dan dengan berjalannya waktu masyarakat mulai memiliki kebiasaan atau gaya hidup baru untuk menjaga kebersihan dan kesehatan agar dapat meningkatkan daya tahan tubuh agar tetap dapat bertahan selama pandemi ini. Memulai gaya hidup sehat, mulai dari rutin berolahraga, makan makanan bergizi dengan memperbanyak buah dan sayur, sampai dengan rajin minum jamu yang belakang mulai ditinggalkan oleh para anak muda. 

Saya sendiri menjalankan beberapa kegiatan untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi ini, antara lain:

1. Berolahraga

Biasanya saya olahraga saat anak-anak sedang tidur atau saat sedang asik main sendiri, olahraga seperti senam aerobik. Atau paling tidak jalan kaki keliling rumah atau komplek setiap harinya. 

2. Makan Sayur dan Buah

Sebelum pandemi saya jarang makan buah apalagi sayur, nah sekarang sudah mulai makan sayur dan buah lagi. Biasanya saya blender buah dan sayur untuk diminum saat sarapan. 



3. Mengurangi konsumsi Gula

Saya adalah penyuka makanan manis, nah karena pandemi ini juga saya mulai mengurangi makanan manis dan konsumsi gula. Takut juga kena diabetes karena nenek saya sempat hampir kena diabetes. Apalagi penderita diabetes akan lebih mudah terinfeksi virus ini. 

4. Berjemur Matahari

Cara paling mudah untuk menjaga kesehatan kita adalah Berjemur matahari, gratis lagiii. Jadi kalau ada kesempatan untuk Berjemur di pagi hari, jangan disia-siakan yaa! 

5. Minum Jamu 

Jamu Dapat Menjaga Kesehatan dan Daya Tahan Tubuh



Masih ingat di awal pandemi harga rempah-rempah melambung dan susah dicari? hal itu terjadi karena banyak orang yang baru menyadari bahwa jamu atau ramuan herbal bisa membantu untuk menjaga kesehatan terutama di masa pandemi ini. Padahal Indonesia ini adalah penghasil rempah dan khasiat jamu juga sudah dikenal sejak dulu.

Jamu selama ini dipercaya dapat menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh, 

Sejak kecil sampai sekarang menjadi ibu rumah tangga dengan dua anak bayi saya terbiasa minum jamu, mulai dari jamu yang dijual para bibi jamu sampai dengan jamu kemasan. Jujur karena sudah terbiasa ini saya juga jadi tahu gimana rasa jamu yang enak dan tidak hahaha. Saya suka minum jamu selain karena rasanya yang unik dan menyegarkan juga untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh secara alami terutama di masa pandemi ini di mana saya dituntut untuk tetap bisa aktif membersamai anak-anak di rumah serta mengurus pekerjaan rumah lainnya. Setiap harinya memandikan dan menyiapkan makan anak, memasak, beres-beres, mencuci dan melipat pakaian, menyapu dan Mengepel, bermain dan belajar bersama anak-anak, ditambah lagi dengan hobi baru saya yaitu berkebun. 

Jamu Herbadrink Sari Temulawak

Herbadrink


Nah kali ini saya mau ngenalin salah satu jamu favorit saya yaitu Herbadrink Sari Temulawak. 

Herbadrink sendiri adalah minuman herbal alami yang dibuat berdasarkan resep tradisional Indonesia, diproses menggunakan teknologi modern dengan mempertahankan manfaat alaminya, juga dikemas secara praktis dan higienis tanpa pengawet dan tanpa endapan. 

Herbadrink merupakan jamu kemasan yang sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI dan terdaftar di LP POM. 

Selain varian Temulawak biasanya saya juga minum yang varian Kunyit Asem, tapi kebetulan stoknya habis karena orang tua saya di rumah juga suka minum jamu Herbadrink ini. Oiya Herbadrink tersedia dalam 12 varian yaitu Sari Jahe, Sari Temulawak, Chrysanthemum, Kunyit Asam, Kunyit Asam Sirih Plus Madu, Beras Kencur, Kopi Ginseng dan Wedang Uwuh, Sari Jahe Sugar Free, Sari Temulawak Sugar Free, Chrysanthemum Sugar Free dan Lidah Buaya Sugar Free

Kompisisi dari Herbadrink Sari Temulawak ini terdiri dari Ekstrak Temulawak yang setara dengan rimpang Temulawak 1.200 mg dan bahan lainnya hingga 7 g.



Tetap Aktif dan Sehat dengan minum Herbadrink Sari Temulawak


Temulawak memiliki banyak khasiat loh, bisa menambah daya tahan tubuh dengan memperlancar pencernaan, membuat nafsu makan, dan memelihara fungsi hati. Selain itu dapat menjadi antioksidan alami, seperti flavanoid, fenol dan kurkumin. Sebagai antioksidan alami Temulawak dapat mencegah beberapa penyakit  yang disebabkan oleh paparan radikal bebas. Temulawak juga berkhasiat untuk meredakan pegal-pegal, cocok banget kan sama aktivitas para ibu yang biasa bikin pegal-pegal. 


Jangan sampai kan dengan segudang aktivitas kita sebagai ibu rumah tangga, kitanya tiba-tiba sakit dan akhirnya pekerjaan rumah terbengkalai dan anak jadi kurang perhatian. 

Saya suka minum Herbadrink Sari Temulawak karena praktis dan tinggal seduh saja, tidak perlu repot membersihkan dan merebus rempah dulu atau menunggu bibi penjual jamu lewat untuk minum jamu. Tentunya sangat menghemat waktu agar tetap bisa mengerjakan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya. 

Ya cukup siapkan gelas dan sedih bubuk jamu ini, tambahkan es batu sudah siap deh jamu yang bisa menyegarkan diri untuk melakukan aktivitas seharian. Yang membuat saya tambah mantap minum adalah karena Herbadrink Sari Temulawak ini juga sugar free, cocok untuk yang sedang diet gula.

Herbadrink Sari Temulawak ini bisa diminum hangat atau dingin, kalau saya biasa disajikan dingin biar tambah nikmat. Rasa dari minuman ini tidak terlalu manis medhok gitu loh, jadi manisnya pas dan rasanya ringan saat diminum. 

Herbadrink ini mudah didapatkan di toko terdekat, marketplace atau situs resmi herbadrinknatural.com dengan harga yang terjangkau lohh, Nah moms jangan tunda-tunda lagi yah, Yuk jaga kesehatan kita dengan rasakan #KebaikanAlamiHerbadrink! 



 Bismillah...

Bayi 9 Bulan kok belum tumbuh gigi ya?



Normal gak sih bayi 9 bulan belum tumbuh gigi? 


Akhir bulan ini InsyaAllah umur Fayla 9 bulan, Alhamdulillah sekarang anaknya sangat aktif dan suka tepuk tangan terutama kalau lagi happy.

Sebenarnya sih gak ngeh dan masalahin juga, tapi baru sadar kok udah mau 9 bulan giginya belum ada ya? Padahal abangnya dulu umur segini udah tumbuh giginya. Anaknya teman-teman yang umurnya sepantaran anakku juga kalau diliat di instagram udah mulai tumbuh gigi, dan udah mulai banyak juga. 
Tapi kembali lagi karena memang tumbuh kembang anak beda-beda, aku sama suamiku jadinya gak terlalu risau sih.

Baca juga: kenapa anakku belum berjalan

Penasaran Normal Gak yah Bayi 9 BULAN Belum Tumbuh Gigi 


Karena penasaran juga kenapa giginya belum tumbuh, akhirnya aku googling dan cari sumber terpercaya mengenai pertumbuhan gigi bayi. 

Merangkum dari halodokter.com ada banyak faktor yang mempengaruhi cepat lambat ya pertumbuhan gigi, yaitu:
1. Faktor Genetik
2. Cedera Pada Mulut Bayi
3. Kekurangan Gizi
4. Penyakit tertentu

Dan gigi bayi normalnya tumbuh sejak usia 6 bulan dan akan stop tumbuh di usia 3 tahun. Kondisi gigi yang belum tumbuh di usia 9 bulan masih normal dan umum ditemui, namun kalau sudah menginjak 18 bulan dan gigi belum tumbuh maka perlu dikonsultasikan ke dokter yaa.
Tadi juga aku ada baca postingan dari salah satu dokter gigi tentang gigi bayi 9 bulan yang belum tumbuh, kata dokternya sabar aja karena pertumbuhan gigi itu unpredictable alias tidak bisa diduga-duga. 

Baca juga: Tips Mencukur Rambut Bayi 

Normal kok bayi 9 bulan belum tumbuh gigi


Semoga rasa penasaran dan rasa takut kita sebagai ibu karena masalah pertumbuhan gigi bayi ini bisa reda ya buibuu, Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan kebaikan untuk anak-anak kita yah. 
Mau gimana juga kita gak bisa maksain kan anak harus tumbuh gigi sekarang juga, karena itu kuasa yang Maha menciptakan kita. Gak boleh minder atau sedih kalau tau anak orang lain giginya udah tumbuh sementara anak kita masih gak ada giginya. Selama masih dalam kondisi umum dan normal sabar aja dan tetap ajarkan anak makan makanan yang lebih bertekstur. 

Yang penting setelah tahu info ini kita bisa lebih tenang dan lega yaah, jangan lupa stimulasi anak sesuai usianya ya momss ❤️

Baca di sini: ide kado aqiqah dan kelahiran bayi






Bismillah..

1 Tahun Berpindah Domain TLD 



Sudah setahun umur Blog ini dengan domain barunya, akhirnya setelah bertahan-tahun ngeblog, tahun lalu aku memutuskan untuk beralih ke domain TLD. 

 Bismillah...

5 Tanaman Yang Mudah Dirawat Untuk Pemula


Halo semuanya, Tanaman menjadi tren di saat pandemi yang sedang berlangsung ini. Orang-orang yang menjadi lebih banyak di rumah mencari hobi baru, kesenangan baru yang bisa mengusir kebosanan atau stress karena harus lebih banyak di rumah dan tidak bisa bertemu banyak orang.

Setelah sebelumnya aku berbagi tentang Tips Memilih Tanaman Untuk Pemula, Kali ini aku akan berbagi sedikit pengalaman aku dalam dunia tanaman tentang tanaman apa saja yang mudah dalam perawatannya bahkan untuk pemula, langsung aja yaaa..

1. Sirih Gading



Tanaman ini paling mudah beradaptasi dan bisa diletakkan di berbagai area kecuali full sun karena bisa gosong. Cocok juga juga ingin diletakkan di dalam rumah atau kamar selama tetap dijemur seminggu sekali atau kamar penuh dengan cahaya matahari (tidak kedap cahaya) 

Tanaman ini juga mudah untuk dikembang-biakkan. Cukup potong di batang antara daunnya yang berakar, lalu tancapkan pada media tanam yang sudah disediakan. Atau kalau mau ditaruh di dalam media air juga bisa asal airnya rajin diganti jangan sampai bau, keruh dan menjadi sarang jentik-jentik. 

2. Janda Bolong - Monstera Andansonii



Monstera andansonii atau di Indonesia disebutnya janda bolong sekarang sedang viral karena disebut sebagai tanaman sultan yang super mahal. Sehingga harganya sekarang ikutan naik dari yang belasan ribu menjadi puluhan sampai ratusan ribu. Padahal perlu diketahui bahwa yang harganya malah banget itu adalah monstera andansonii variegata (terjadi mutasi generik sehingga daunnya berwarna putih /bercorak putih) dan yang sering dikira monstera andansonii yaitu monstera accuminata dan monstera obliqua yang emang dari dulu harganya muahaaal banget. 

Janda bolong itu fleksibel bisa dijadikan tanaman gantung atau tanaman rambat, cara perkembangan-biakkanua juga mudah sama seperti sirih Gading tadi. Cukup potong batang di antara daun-daunnya lalu tancapkan pada media tanam atau taruh di vas yang sudah diisi air. Pastikan mereka mendapat cahaya matahari yang cukup juga, dan tidak terkena matahari langsung karena bisa gosong. 

Baca juga: Ide Kegiatan Selama Di Rumah Aja

3. Monstera (Deliciosa&Borsigiana)



Tanaman monstera sedang hits-hitsnya, harganya pun sudah naik jauh. Dan cukup sulit untuk mendapatkan harga yang murah dengan kondisi yang prima saat ini. 

Menurut saya monstera adalah tanaman yang mudah dipelihara dan tidak rewel sama seperti 2 tanaman sebelumnya tanaman ini penyuka sinar matahari pagi dan akan gosong ketika terkena matahari langsung. 

Untuk memperbanyak ya juga cukup mudah dengan cara yang sama seperti 2 tanaman sebelumnya yaitu dipotong di batangnya yang sudah mengeluarkan akar angin. Meskipun pertumbuhannya tidak secepat itu ya, per bulan paling banyak bisa tumbuh 2-3 daun saja. 

Penyiramannya cukup 2-4 hari sekali dan bisa disemprot agar lembab setiap hari pada daun dan akar anginnya. Tapi untuk penyiraman tergantung lokasi kita di mana ya, bisa saja ada yang memang perlu disiram setiap hari dan ada yang perlu menunggu seminggu untuk disiram. 

4. Lidah Mertua - Sansievera



Entah kenapa ya ini tanaman di Indonesia dikasih nama lidah mertua, mungkin karena ujungnya tajem kali ya? Wkwk

Lidah mertua ini tanaman tahan banting di segala Medan, mau ditaroh full sun bisa, mau ditaroh teduh bisa, mau ditaroh dalam kamar juga bisa. Tapi emang tumbuhnya jadinya beda-beda ya, jangan ngarep yang tumbuhnya tanpa matahari mau kayak yang tumbuhnya kayak yang dikasih matahari. 

Tanaman ini sebenarnya gak terlalu suka sering disiram, tapi kalau mau disiram setiap hari juga gak papa. Kembali lagi tergantung posisi si tanaman dan di mana lokasi kita tinggal. 

Baca juga: 7 Tips Rumah Ramah Anak

5. Aglonema Siam Aurora



Aglonema Siam Aurora atau biasa dipanggil aglonema red lipstick ini menurut aku jenis aglonema yang tidak rewel sama sekali. Sejak awal aku adopsi letaknya cuma di teras yang kena matahari pagi bahkan kadang kena matahari siang karena sekarang posisi sinar matahari geser. 

Biasanya aku siram setiap hari, karena dia tiap hari kena sinar matahari yang otomatis media tanamnya juga ikut kering. Daun-daunnya juga aku ikut semprot setiap hari yaaah.

Dalam setengah tahun dari yang cuma 2bayang kalau gak salah sekarang sudah rimbun banget, jadi cantik banget.

Segitu dulu ya jenis-jenis tanaman yang mudah dirawat ya, rata-rata memang tanaman yang suka di tempat teduh dan penyuka sinar matahari pagi.

Penting! 

Perlu diingat ya untuk teman-teman yang mau simpan di dalam rumah atau ruangan, pastikan bahwa ruangan dilimpahi sinar matahari jadi bukan ruangan yang kedap sinar. Karena yang namanya tanaman mau gimana aja pasti perlu sama sinar matahari karena untuk berfoto sintetis mereka memerlukan sinar matahari. Jadi sinar matahari itu penting banget untuk kehidupan tanaman.


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Cari Artikel di Sini

About Me

About Me
Hi! Welcome to my blog, my name is Admi Lidya Sari a full time mother of two 🤗 this blog is my online journal of my amazing journey ✨ you can contact me thru email: lydyabasrindu@gmail.com or instagram @admilidyasari, hope you enjoy my blog!

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • 3 Tips Jitu Dalam Menjalin Hubungan
  • bingkanya kak bingkanya kakak
  • Makan Soto Banjar Yuk!
  • Ayo bikin sasirangan
  • Awal Januari-ku
  • ▼  2023 (8)
    • ▼  November (4)
      • Review Wardah Colorfit Velvet Matte Lip Mousse No. 11
      • Review Wardah Colorfit Ultralight Matte Lipstick N...
      • Review Sunscreen Ginza Invisible Sunnydays UV Shield
      • QRIS Cross-border Wujud Misi Peningkatan Kerja Sam...
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Mei (2)
  • ►  2022 (9)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2021 (9)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2020 (26)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2019 (40)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (11)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (7)
  • ►  2017 (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (11)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (4)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2013 (24)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (53)
    • ►  Desember (5)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (5)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2011 (139)
    • ►  Desember (23)
    • ►  November (22)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (11)
    • ►  Agustus (26)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (26)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (11)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2010 (85)
    • ►  Desember (19)
    • ►  November (21)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (19)
    • ►  Februari (13)

Categories

  • Anak 27
  • Fayla 2
  • Ibrahim 9
  • Parenting 10
  • Pregnancy 5
  • about life 2
  • beauty 12
  • daily life 4
  • family 5
  • kids 8
  • make up 6
  • resep 3
  • review 17
  • skincare 4
  • tips 14

Thankyou!






Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template